Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label KAJIAN KITAB KUNING

BIOGRAFI KH. KHOLILUR RAHMAN

"Ra Lilur" adalah nama panggilan populer untuk KH. Kholilur Rahman, seorang kiai dan ulama terkemuka asal Bangkalan, Madura, Indonesia. Beliau dikenal sebagai seorang waliyullah (kekasih Allah) yang memiliki kepribadian unik atau "nyeleneh" (majdzub).  Beberapa poin penting mengenai Ra Lilur: Latar Belakang: Beliau adalah cicit dari Syaikhona Kholil Bangkalan, salah satu ulama besar dan berpengaruh di Indonesia. Kepribadian: Meskipun seorang kiai dan alim, penampilan sehari-hari Ra Lilur sangat sederhana, sering kali hanya mengenakan kaus singlet putih dan celana pendek. Beliau dikenal sangat zuhud (tidak mencintai kemewahan dunia). Kewalian dan Karomah: Banyak kisah dan kesaksian dari masyarakat serta ulama lain mengenai karomah atau keistimewaan yang dimilikinya, seperti dapat mengetahui hal di luar nalar manusia (kasyaf) atau memiliki ilmu laduni. Pendidikan: Walaupun hanya sebentar nyantri di pondok pesantren (beberapa bulan di Pesantren Sidogiri), b...

MENGENAL WALI YANG ASWAJA

MENGENAL WALI YANG ASWAJA Oleh Abulwafa Romli Imam Ali bin Muhammad al-Jarjani dalam al-Ta’rifat-nya berkata: “Term al-waliy itu mengikuti wazan fa’iyl (istilah ini terkait ilmu sharof, bagi kita yang tidak pernah mempelajarinya tentu tidak akan paham) dengan makna faa’il, yaitu orang yang terus melakukan ketaatan dengan tanpa mencampurnya dengan maksiat, dan ini biasa disebut wali kasbiy (derajat wali hasil kerja kerasnya sendiri); atau mengikuti wazan fa’iyl dengan makna maf’uul, yaitu orang yang mendapat limpahan ihsan (pemberian kebaikan) dan ifdlal (pemberian anugerah) dari Allah swt, dan ini biasa disebut wali ladunniy (derajat wali yang lasung diberikan oleh Allah, dimana salah satu sebabnya adalah orang tuanya atau gurunya yang telah menjadi wali, yang terus berdoa kepada Allah agar anaknya atau muridnya juga menjadi wali, lalu Allah mengabulkannya). Wali seperti ini ada yang dulunya adalah ahli maksiat, lalu tiba-tiba kondisinya berubah 180 derajat, karena mendapat ihsan dan i...

SEORANG PENDOSA JUGA BISA MENJADI WALIYULLOH

Jangan pernah menganggap remeh orang lain apalagi mencelanya karena perangainya yang buruk. Bisa jadi orang yang dianggap hina di mata manusia adalah orang yang mulia di sisi Allah. Berapa banyak orang terlihat hina dan dianggap gila, tetapi justru mereka mendapat tempat terpuji di sisi Allah. Bahkan ada yang diangkat menjadi waliyullah berkat kasih sayang Allah. Seperti kisah laki-laki ahli maksiat ini. Tidak ada yang menyangka beliau diangkat menjadi Wali Allah (golongan Aulia). Apa sebab? Berikut kisahnya. مرة جاء واحد وقصد احد الرجال، وقام تجاهه ونظر اليه ووجده يصلي، فنظر نظرة من رأسه الى قدمه وخرج، فسأله بعضهم؛ هل كلمك او جلست معه؟، قال له؛ لا، تكفيني النظرة، انا ذات عاصية كلها وهذه - يشير الى المقصود - ذات طائعة كلها، فبلغ قوله هذا ذلك الشيخ المقصود بالزيارة، فقال؛ أ هكذا قال؟، قيل له؛ نعم، فقال؛ اذا لا يصلح لحالي الا هو، فاضطجع ومات بعد ايام، وتولى ذلك الرجل حاله Suatu ketika ada salah satu seorang lelaki mendatangi salah satu seorang wali Allah, sesampainya ia di tempat wali Al...

DALILMEMEGANG TONGKAT SAAT KHUTBAH JUM’AT

DALIL  MEMEGANG TONGKAT SAAT KHUTBAH JUM’AT Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang menegur kami, karena dalam setiap khutbah selalu memegang tongkat. Orang tersebut berkata: “Mengapa sih, kalian selalu memegang tongkat ketika khutbah?” Saya menjawab: “Memegang tongkat itu hukumnya sunnah ketika menyampaikan khutbah.” Orang tersebut bertanya: “Sunnahnya siapa?” Saya jawab: “Ya Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khulafaur Rasyidin.” Sebagian yang anti memegang tongkat ketika khutbah Jum’at, bukan karena mereka tahu bahwa memegang tongkat hukumnya Sunnah, tetapi karena mereka tidak tahu hadits-hadits yang banyak sekali yang menerangkan bahwa orang yang menyampaikan khutbah Jum’at itu sunnah memegang tongkat. Berikut ini beberapa dalil kesunnahan memegang tongkat ketika khutbah Jum’at.  Pada dasarnya memegang tongkat bagi khotib ketika menyampaikan khutbah Jum’at termasuk sunnahnya khutbah, bukan hanya sekedar tradisi. Al-Imam al-Nawawi berkata dalam kitab al-Majm...

NIAT NGAJI, MULANG, CERAMAH,PIDATO, Tabligh Dll.

Niat ngaji, mulang, ceramah,pidato, tabligh dll. نويت التعلم والتعليم والتذكر والتذكير والنفع والانتفاع والافادة والاستفادة والحث على التمسك بكتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه واله وسلم والدعاء الى الهدى والدلالة على الخير ابتغاء وجه الله تعالى ومرضاته وقربه وثوابه وبنية ادخال السرو ر على رسول الله صلى الله عليه واله وسلم بتعليم امته واظهار شعاءرالله تعالى وبنية ادخال السرور على داعي اهل المجلس جميعهم وبنية امتثال أمر الله بتعليم العلم وتعلمه وبنية الاجتماع على ذكرالله والصلاة على النبي صلى الله عليه واله وسلم وبنية مانواه الصالحون والاولياء المفلحون والعلماء العاملون والى حضرة النبي سيدنا محمد صلى الله عليه واله وسلم بير الأشرار الفاتحة  االلهم اني اعوذ بك من علم لا ينفع وقلب لا يخشع وعمل لايرفع ودعاء لا يسمع الى حضرة النبي المصطفى سيدنا وحبيبنا وشفيعنا وقرة اعيننا رسول الله محمد ابن عبدالله صلى الله عليه واله وسلم والى ارواح جميع اله واصحابه وازواجه وذرياته واهل بيته واتبعه والى حضرة سيدنا الحسن وسيدنا الحسين وسيدتنا فاطمة الزهراء وسيدتنا عايشة الرضى وسيدتنا خديجة الكبرى وس...

SANAD KEILMUAN IMAM SYAFI’I MADZHAB UTAMA NAHDLOTUL ULAMA

(SANAD KEILMUAN IMAM SYAFI’I MADZHAB UTAMA NAHDLOTUL ULAMA) Sanad Imam Syafi’i (w. 204 H) kepada Rasulullah Shalla Allahu Alaihi wa Sallam memiliki 2 Jalur, Jalur Imam Malik dan Jalur Imam Abu Hanifah. 1. Jalur Imam Malik Imam Malik bin Anas (w. 179 H, Pendiri Madzhab Malikiyah) berguru kepada  ① Ibnu Syihab al-Zuhri (w. 124 H),  ② Nafi’ Maula Abdillah bin Umar (w. 117 H), ③ Abu Zunad (w. 136 H),  ④ Rabiah al-Ra’y (w. 136H), dan  ⑤ Yahya bin Said (w. 143 H)  Kesemuanya berguru kepada  ① Abdullah bin Abdullah bin Mas’ud (w. 94 H), ② Urwah bin Zubair (w. 94 H),  ③ al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar(w. 106 H),  ④ Said bin Musayyab (w. 94 H),  ⑤ Sulaiman bin Yasar (w. 107 H),  ⑥ Kharihaj bin Zaid bin Tsabit (w.100 H),  ⑦dan Salim bin Abdullah bin Umar (w.106H). Kesemuanya berguru kepada  ① Umar bin Khattab (w. 22 H),  ② Utsman bin Affan (w. 35 H), ③ Abdullah bin Umar (w.73 H),  ④ Abdullah bin Abbas (w. 68 H), dan  ⑤...

BAROKAH DENGAR NAMA WALIYULLAH

*BAROKAH DENGAR NAMA WALIYULLAH* (masih mengakui kewaliyannya) قال صَاحِبُ كِتَابِ: إِثْمِدُ الْعَيْنَيْنِ، فِي مَنَاقِبِ الْأَخَوَيْن: «أَنَّ الوَلِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ فِي مَوْكِبِهِ ذَاهِبَاً إِلَى الْجَنَّةِ، فَيَنْظُرُ وَإِذَا بِبَعْضِ الْعُصَاةِ يُسَاقُ إِلَى النَّارِ - وَالْعِيَاذُ بِاللهِ - فَيَقِفُ وَيَأْتِيهِ فَيَسْأَلُهُ: هَلْ رَأَيْتَنِي فِي دَارِ الدُّنْيَا؟ فَيَقُولُ: لا. فَيَقُولُ: هَلْ زُرْتَنِي؟ فَيَقُولُ: لا. فَيَقُولُ: هَلْ سَمِعْتَ بِذِكْرِي؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ، كُنْتُ أَسْمَعُ النَّاسَ يَقُولُونَ: سَيِّدِي فُلَانٌ. فَيَقُولُ ذَلِكَ الْوَلِي: لَا أَمْضِي إِلَى الْجَنَّةِ حَتَى لَا يَمْشِي لِلنَّارِ مَنْ سَمِعَ إسْمِي فِي دَارِ الدُّنْيَا، فَإِذَا النِّدَاءُ مِنْ قِبَلِ الْبَارِي جَلَّ جَلالُهُ: خَلُّوا سَبِيلَهُ، فَيَمْضِي مَعَ ذَلِكَ الْوَلِي إِلَى الْجَنَّةِ». انتهى Dalam sebuah riwayat: 'Pada hari kiamat, seorang wali akan berjalan menuju surga, lalu melihat seorang pendosa diseret ke neraka. Wali itu akan berhenti dan berkata: 'Apakah kamu pernah...

SUPAYA KITA DAN KELUARGA KITA MATI KHUSNUL KHOTIMAH

‎Saur Pangersa KH. Rd. Yahya Muhammadun. ‎Gajihan heula atawa gawe heula ? ‎Gawe heula kakara gajihan ! ‎Diajar heula atawa bisa heula ? ‎Diajar heula kakara bisa ! ‎Masak heula atawa dahar heula ? ‎Masak heula kakara dahar ! ‎Ngaji heula atawa sholeh heula ? ‎NGAJI HEULA..! ‎Matak nu teu ngaji mah moal sholeh ‎Matak nu teu ngaji mah moal boga elmu ‎Teu rugi boga èlmu téh ‎Teu rugi ngaji teh ‎Dimana boga èlmu, pasti bakal jadi jalma anu luar biasa, pasti jadi jalma anu agung. ‎Bahkan dina kitab ihya di ajarkeun : ‎"Saha jalma anu maot keur nyiar elmu, ‎maotna bakal jadi ahli surga. ‎lamun urang nyiar èlmu, indung bapa urang maot. ‎indung bapa urang maotna bakal husnul khotimah." ‎ ‎Muga-muga urang sadayana sing kersa nyiar èlmu, sing kersa ngaji, ‎sing jadi ahli èlmu, ahli amal, ahli ikhlas, ahli ibadah ka Gusti Alloh SWT. Muga ngajina sing Istiqomah parat dugi ka Maot ‎Muga-muga urang sadayana dirizqian ‎Maot Husnul Khotimah. ‎Aamiin yaa Alloh yaa robbal 'aalamiin 🤲 ‎ ‎...

BIOGRAFI MADZHAB YANG EMPAT.

Ahlussunnah wal Jama’ah berhaluan salah satu Madzhab yang empat. Seluruh umat Islam di dunia dan para ulamanya telah mengakui bahwa Imam yang empat ialah Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad Ibnu Hambal telah memenuhi persyaratan sebagai Mujtahid. Hal itu dikarenakan ilmu, amal dan akhlaq yang dimiliki oleh mereka. Maka ahli fiqih memfatwakan bagi umat Islam wajib mengikuti salah satu madzhab yang empat tersebut.  Madzhab Hanafi Dinamakan Hanafi, karena pendirinya Imam Abu Hanifah An-Nu’man bin Tsabit. Beliau lahir pada tahun 80 H di Kufah dan wafat pada tahun 150 H. Madzhab ini dikenal madzhab Ahli Qiyas (akal) karena hadits yang sampai ke Irak sedikit, sehingga beliau banyak mempergunakan Qiyas. Beliau termasuk ulama yang cerdas, pengasih dan ahli tahajud dan fasih membaca Al-Qur’an. Beliau ditawari untuk menjadi hakim pada zaman bani Umayyah yang terakhir, tetapi beliau menolak. Madzhab ini berkembang karena menjadi madzhab pemerintah pada saat Khalifah Harun Al...

DOA SYAIKH MUHAMMAD BIN WASI

Doa Syaikh Muhammad Bin Wasi’ اَللّهُمَّ إِنَّكَ سَلَّطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا، مُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا، يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَنَرَاهُمْ، اَللّهُمَّ فَأَيِّسْهُ مِنَّا كَمَا اَيَّسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ، وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ جَنَّتِكَ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ "Ya Allah, telah Engkau kuasakan kepada kami musuh yang mengetahui aib-aib kami dan melihat aurat kami, dia dan bala tentaranya dapat melihat kami sedangkan kami tidak dapat melihat mereka. Ya Allah, buatlah ia berputus asa dari kami sebagaimana Engkau telah membuatnya berputus asa dari rahmat-Mu. Buatlah ia berputus asa dari kami sebagaimana Engkau telah membuatnya berputus asa dari ampunan-Mu. Jauhkanlah ia dari kami sebagaimana Engkau telah menjauhkannya dari surga, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu, Wahai Yang Maha Pengasih...

KEADAAN WALI MAJDZUB JIKA DIGAMBARKAN

Seperti inilah keadaan Wali Majdzub jika digambarkan Hal ini di sampaikan oleh Al Habib Umar Muthohar Semarang  Ketika Zulaikha menyuruh Nabi Yusuf As agar lewat didepan para wanita kerajaan maka apa yg terjadi? Seperti sdh dijelaskan dalam Al Qur'an: Mereka terpesona melihat keindahan yg luarbiasa akan Nabi Yusuf As, tanpa sadar ter iris jari² mereka  Tak sampai disitu saja. Umumnya org yg terluka pasti akan kaget merasakan sakit, tapi karena kekaguman yg luar biasa atas keindahan yg dilihat hingga timbul daya tarik yg sangat kuat maka bukan sakit yg terasa malah mengucapkan: "Maa Shaa Allah, kalau makhluk bukan seperti ini, ini malaikat"  Jadzab artinya ditarik/tertarik. Para wali majdzub ini tertarik yg sangat dahsyat akan keindahan, keagungan, kebesaran Allah Swt, hingga melupakan kemewahan dunia, oleh karena itu kadang Beliau² ini sering melakukan hal² yg tdk wajar (nyeleneh). Dan hanya org² tertentu saja yg bisa menjadi wali majdzub karena itu semata mata pilihan Al...

DI PERBOLEHKANNYA BERDZIKIR DALAM KEADAAN BERHADAST

Disebutkan oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar.  أجمع العلماء على جواز الذكر بالقلب واللسان للمحدث والجنب والحائض والنفساء، وذلك في التسبيح والتهليل والتحميد والتكبير والصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم والدعاء وغير ذلك  Artinya: Ulama bersepakat atas kebolehan dzikir dengan hati dan lisan bagi orang yang berhadats, junub, haid, dan nifas. Dzikir itu meliputi bacaan tasbih, tahlil, tahmid, takbir, shalawat untuk Nabi Muhammad saw, doa, dan selain itu (Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 8).  Ibnu Athaillah menganjurkan kita berdzikir dengan hati lalai sekalipun. Ini menunjukkan betapa pentingnya dzikir. Mengapa demikian? dzikir merupakan jalan utama mereka yang menempuh perjalanan Ilahi. Allah swt sendiri memerintahkan kita untuk menyebut nama-Nya secara mutlak terus-menerus sebagaimana disinggung Ibnu Ajibah berikut ini. قلت الذكر ركن قوي في طريق القوم وهو أفضل الأعمال قال الله تعالى اذكروني أذكركم وقال تعالى "يا أيها الذين آم...

MAQAM KEWALIAN ITU BUKAN HASIL BANYAK PENGIKUT.

Jangan Ngaku Wali Kalau Adab Masih Nol Jangan ngaku wali. Jangan merasa keramat. Jangan merasa jadi sumber berkah. Hanya gara-gara pintar ngaji dan fasih bicara. Kyai Jauhari Umar (dalam kitab Jawahirul arifin, hal : 60 ) sudah mengingatkan: ولا يصل العبد إلى مقام الولاية والكرامة والمعرفة والسعادة إلا ببركة اتباعه وخدمته لآبائه وأجداده وشيوخه الذين هم من أهل الله Artinya: Seorang hamba tidak akan sampai pada maqam kewalian, keramat , ma’rifah, dan keberuntungan kecuali dengan keberkahan mengikuti dan berkhidmah kepada ayah, leluhur, dan para syaikh yang termasuk أهل الله. Maqam kewalian itu bukan hasil banyak pengikut. Bukan hasil banyak jamaah. Tapi hasil khidmah, tawadhu’, dan ittiba’. Nasihat Syaikh Abdul Qadir al-Jilani Abdul Qadir al-Jilani dalam Fuyūḍ ar-Rabbāniyyah berkata: المريد متى دخل في بيعة شيخ فاخرة مرضية لا تقضى له حاجة إلا على يديه في الدنيا والآخرة Artinya: Seorang murid, jika masuk dalam baiat kepada syaikh yang sah dan diridhai, maka kebutuhannya tidak ditunaikan ...

SUPAYA MAYIT TIDAK DI SIKSA DI ALAM KUBUR

Lakukan hal ini saat proses pemakaman seorang mayit agar dia tidak disiksa dalam kubur  Sumber kitab :  إعانة الطالبين ج ٢ ص ١٩٨ Bahwa Rasulullah bersabda :  من أخذ من تراب القبر حال الدفن بيده - أي حال إرادته وقرأ عليه : إنَّا أنزلناه فى ليلة القدر  القدر : ١  سبع مرات , وجعله مع الميت فى كفنه أو قبره لم يعذب ذالك الميت فى القبر Barang siapa yang mengambil tanah kuburan saat proses pemakaman seorang mayit dengan tangan nya dan membacakan atas tanah itu surah Al-Qadar sebanyak 7 kali , lalu ia jadikan tanah tersebut bersama si mayit dikain kapan atau dikubur nya niscaya tidaklah diazab itu si mayit didalam kubur nya  Wallahu a'lam bisshowaab 

KASIH SAYANG IMAM GHAZALI TERHADAP SEEKOR LALAT

KASIH SAYANG IMAM GHAZALI PADA SEEKOR LALAT  Kasih Sayang Imam Ghazali Terhadap Seekor Lalat Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah bersabda: ﺍﻟﺮَّﺍﺣﻤُﻮﻥَ ﻳَﺮﺣﻤُﻬُﻢ ﺍﻟﺮّﺣﻤﻦُ ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻲ ﺍﺭْﺣَﻤﻮﺍ ﻣَﻦْ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻳﺮﺣﻤْﻜُﻢ ﻣﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺴَّﻤﺎﺀِ Orang-orang yang yang penuh kasih-sayang akan dikasih-sayangi oleh Allah. Hendaklah kalian semua menyayangi semua yang ada di bumi, agar kalian disayangi oleh para penghuni langit. Berikut kutipan ibarohnya : والحديث الثانى : أجازني به العلامة السيد أحمد المرصفي المصري بعد أن أجازني به السيد عبد الوهاب بن لأحمد فرحات الشافعي، عن مشايخه مسلسلا بالأولية إلى عبد الله بن عمرو بن العاص عن النبيّ صلى الله عليه وسلم أنه قال: الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ تبارك وتعالى ارْحَمُوا مَنْ فِي الأرضِ يَرْحَمْكُمْ من في السَّمَاءِ رؤي الغزالي فى النوم فقيل له: ما فعل الله بك؟، فقال أوقفني بين يديه، وقال لي: بم قدمتَ عليّ؟، فصرتُ أذكر أعمالي، فقال: لم أقبلها، وإنما قبلتُ منك ذات يوم نزلت ذبابةٌ على مداد قلمك لتشرب منه وأنتَ تكتب فتر...

LIMA PERKARA SEBELUM LIMA PERKARA

Lima Perkara sebelum Lima Perkara Imam Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak kemudian Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman serta yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi  ﷺ  memberi nasehat kepada seseorang dengan bersabda, اغْتَنِمْ   خَمْسًا   قَبْلَ   خَمْسٍ :  شَبَابَكَ   قَبْلَ   هِرَمِكَ،   وَصِحَّتَكَ   قَبْلَ   سَقَمِكَ،   وَغِنَاءَكَ   قَبْلَ   فَقْرِكَ،   وَفَرَاغَكَ   قَبْلَ   شُغْلِكَ،   وَحَيَاتَكَ   قَبْلَ   مَوْتِكَ “Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara: masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.” (H.R. Ibnu Abi Ad-Dunya, Al-Hakim no. 7846, dan Al-Baihaqi no.10248) Nabi  ﷺ  memberikan arahan kepada umatnya agar memanfaatkan berbagai kesempatan dalam hidup ini untuk beramal demi akhira...

TIGA JENIS ORANG TUA

TIGA JENIS ORANG TUA Orang tua, menurut Imam Ghazali RA, dibagi ke dalam tiga kelompok: 1. Orang tua yang melahirkanmu الأب الذي ولدك 2. Orang tua yang mengawinkanmu الأب الذي زوجك 3. Orang tua yang mengajarimu الأب الذي علمك Yang pertama disebut orang tua kandung; kedua disebut mertua, yaitu orang tua dari pasangan hidup kita; dan ketiga adalah guru yaitu orang tua yang senantiasa mendidik dan mengajari kita berbagai ilmu. Maka, setiap perintah dalam Al-Quran maupun Hadis Rasulullah SAW yang menyuruh kita berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, adalah mencakup ketiganya. وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu-bapakmu. (Qs. An-Nisa [4]: 36) Ketiga jenis orang tua itulah yang --diakui atau tidak-- paling berjasa membesarkan dan membentuk kita.  Berbuat baiklah kepada ketiganya, dan jangan sekali-kali mendurhakainya. Dan j...

Rahasia 'Tahadau Tahabbu': Bagaimana Cara Menarik Ilmu dan Karamah dari Guru yang Sudah Wafat?

Rahasia 'Tahadau Tahabbu': Bagaimana Cara Menarik Ilmu dan Karamah dari Guru yang Sudah Wafat? Inti Pembahasan: Penghormatan Terhadap Masyayikh (Para Guru) Hubungan antara murid dan guru adalah hubungan ruhani yang abadi. Guru Sekumpul menekankan pentingnya mengirimkan hadiah berupa doa tahlil atau haul kepada para guru, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. تهادوا تحابوا Artinya: Bertukar hadiah, kalian akan saling menyayangi. Melalui prinsip Tahadau Tahabbu (Saling memberi hadiah agar saling mencintai), seorang murid yang sering mendoakan gurunya akan memiliki ikatan ruhani yang kuat. Roh sang murid akan berhubungan erat dengan roh sang guru, sehingga sang murid akan mendapatkan Asrar (rahasia ilmu) dan keberkahan tanpa harus bertemu fisik. Penghormatan kepada guru adalah syarat mutlak agar ilmu yang dipelajari menjadi bermanfaat dan mendatangkan rezeki yang berkah sepanjang hayat.

LAIN ULAH BOGA DUNYA, TAPI ULAH CINTA DUNYA‎

LAIN ULAH BOGA DUNYA, TAPI ULAH CINTA DUNYA‎ Dimana jalma loba cintana kana dunya ‎maka beuki embung ka akherat, ‎beuki embung maot, beuki embung nyanghareupan Alloh, beuki embung nyanghareupan pertanyaan di akherat. ‎Dimana muncul rasa embung jeung rasa sieun, eta jalma beuki jauh ti Gusti Alloh, ‎beuki hese diajak ibadah. ‎Sieun sangsara, sieun teu dahar, sieun teu kabeuli mobil, sieun dihina, sieun pamajikan kabur.. 24 jam pikirana dihantui ku kasieun. ‎Poho ka akherat, poho ka Alloh, poho rek maot, poho engke naon anu rek dibawa ka akherat. ‎ ‎Hayu sarerea sakedik-sakedik, lalaunan urang diajar ngalawanan hawa nafsu supaya urang salamet di Akherat.. ‎Aamiin yaa Alloh yaa robbal 'aalamiin 🤲  ‎

LIMA PERKARA NU JADI SABAB NAMBAHAN KAHADEANJEUNG NGALEGAAN REZEKI

Lima perkara nu jadi sabab nambahan kahadean jeung ngalegaan rezeki: Kahiji, jalma nu ngalanggengkeun sedekah, boh saeutik boh loba. Sabab sedekah teu ngurangan harta, tapi ngabersihan rezeki jeung muka panto berkah. Kadua, jalma nu istiqomah nyambungkeun tali silaturahmi, boh ka nu deukeut boh ka nu jauh. Silaturahmi manjangkeun umur dina berkahna jeung ngalapangkan rezeki. Katilu, jalma nu terus berjuang di jalan Allah, ngajaga niat, tekun dina kahadean, sanajan jalanna teu sok lemes. Kaopat, jalma nu istiqomah ngajaga wudhu, bari henteu kaleuleuwihi dina ngagunakeun cai. Bersih lahir jeung batin, hemat, jeung ngajaga amanah nikmat Allah. Kalima, jalma nu istiqomah taat ka indung bapa, dilandasi ku niat ibadah ka Allah SWT. Ridho Gusti raket pisan jeung ridho indung bapa. Lima perkara ieu lamun dijaga kalayan ikhlas, insyaAllah jadi jalan nambahan kahadean dina hirup, ngalegaan rezeki dina berkah, jeung ngadeukeutkeun diri ka ridho Allah. Sabab rezeki nu saenyana lain nu loba katinga...