Jangan Ngaku Wali Kalau Adab Masih Nol
Jangan ngaku wali.
Jangan merasa keramat.
Jangan merasa jadi sumber berkah.
Hanya gara-gara pintar ngaji dan fasih bicara.
Kyai Jauhari Umar (dalam kitab Jawahirul arifin, hal : 60 ) sudah mengingatkan:
ولا يصل العبد إلى مقام الولاية والكرامة والمعرفة والسعادة إلا ببركة اتباعه وخدمته لآبائه وأجداده وشيوخه الذين هم من أهل الله
Artinya:
Seorang hamba tidak akan sampai pada maqam kewalian, keramat , ma’rifah, dan keberuntungan kecuali dengan keberkahan mengikuti dan berkhidmah kepada ayah, leluhur, dan para syaikh yang termasuk أهل الله.
Maqam kewalian itu bukan hasil banyak pengikut.
Bukan hasil banyak jamaah.
Tapi hasil khidmah, tawadhu’, dan ittiba’.
Nasihat Syaikh Abdul Qadir al-Jilani
Abdul Qadir al-Jilani dalam Fuyūḍ ar-Rabbāniyyah berkata:
المريد متى دخل في بيعة شيخ فاخرة مرضية لا تقضى له حاجة إلا على يديه في الدنيا والآخرة
Artinya:
Seorang murid, jika masuk dalam baiat kepada syaikh yang sah dan diridhai, maka kebutuhannya tidak ditunaikan kecuali melalui tangannya di dunia dan akhirat.
Ini bukan pengkultusan.
Ini tentang adab sanad dan jalur barakah.
Siapa yang ingin sampai tanpa guru, biasanya hanya sampai pada dirinya sendiri.
Tanda Ulama Akhirat
Al-Ghazali menulis dalam Ihya Ulum al-Din (Juz 1, hlm. 70):
ومن علامة علماء الآخرة أن يكون أكثر اهتمامه بعلم الباطن ومراقبة القلب ومعرفة طريق الآخرة
Artinya:
Tanda ulama akhirat adalah lebih besar perhatiannya pada ilmu batin, menjaga hati, dan memahami jalan akhirat.
Beliau melanjutkan:
فإن المجاهدة تفضي إلى المشاهدة، ودقائق علوم القلب تتفجر بها ينابيع الحكمة
Artinya:
Mujahadah mengantarkan pada musyahadah, dan dari kedalaman ilmu hati memancar mata air hikmah.
Lalu peringatan keras:
إذا رأيت عالماً يدور على الناس بالنصيحة والموعظة والمسألة فاعلم أنه مراءٍ بعلمه آكل بدينه
Jika engkau melihat orang alim berkeliling memberi nasihat sambil meminta-minta, ketahuilah ia riya dengan ilmunya dan memakan agama dengan dunianya.
Ilmu akhirat itu menundukkan hati.
Bukan memperbesar diri.
Jangan Biasakan Meminta-Minta
Rasulullah ﷺ bersabda:
لا يزال الرجل يسأل الناس حتى يأتي يوم القيامة وليس في وجهه مزعة لحم
Artinya:
Seseorang terus meminta-minta kepada manusia sampai ia datang pada hari kiamat tanpa sepotong daging pun di wajahnya.
(HR. Sahih al-Bukhari, Juz 1, hlm. 257)
Meminta tanpa kebutuhan adalah luka bagi kehormatan.
Dan ulama akhirat menjaga izzah sebelum menjaga citra.
Renungan Singkat
Jangan merasa tinggi karena ilmu.
Kalau hati belum bersih, ilmu bisa berubah jadi ujian.
Jangan merasa sudah sampai.
Kalau masih haus pujian, perjalanan masih jauh.
Penutup
Pelan saja dalam menapaki jalan ini.
Tidak perlu terlihat luar biasa.
Karena yang benar-benar sampai kepada Allah
bukan yang paling dikenal manusia,
tetapi yang paling jujur menjaga hatinya.
Semoga kita tetap menjadi penuntut ilmu,
bukan penuntut pengakuan.
#AdabSebelumIlmu
#IlmuAkhirat
#TazkiyatunNafs
#SanadDanKhidmah
#JagaHati
Komentar