Langsung ke konten utama

DALILMEMEGANG TONGKAT SAAT KHUTBAH JUM’AT

DALIL MEMEGANG TONGKAT SAAT KHUTBAH JUM’AT

Beberapa waktu yang lalu, ada seseorang menegur kami, karena dalam setiap khutbah selalu memegang tongkat. Orang tersebut berkata: “Mengapa sih, kalian selalu memegang tongkat ketika khutbah?”

Saya menjawab: “Memegang tongkat itu hukumnya sunnah ketika menyampaikan khutbah.”

Orang tersebut bertanya: “Sunnahnya siapa?”

Saya jawab: “Ya Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Khulafaur Rasyidin.”

Sebagian yang anti memegang tongkat ketika khutbah Jum’at, bukan karena mereka tahu bahwa memegang tongkat hukumnya Sunnah, tetapi karena mereka tidak tahu hadits-hadits yang banyak sekali yang menerangkan bahwa orang yang menyampaikan khutbah Jum’at itu sunnah memegang tongkat. Berikut ini beberapa dalil kesunnahan memegang tongkat ketika khutbah Jum’at. 

Pada dasarnya memegang tongkat bagi khotib ketika menyampaikan khutbah Jum’at termasuk sunnahnya khutbah, bukan hanya sekedar tradisi. Al-Imam al-Nawawi berkata dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab sebagai berikut:

وَسُنَنُهَا أَنْ يَكُوْنَ عَليَ مِنْبَرٍ لأَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ عَلىَ الْمِنْبَرِ، وَلأَنَّهُ أَبْلَغُ فِي اْلاِعْلاَمِ ... وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَعْتَمِدَ عَليَ قَوْسٍ أَوْ عَصًى لِمَا رَوَى الْحَكَمُ بْنُ حَزَنٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ.

“Sunnah-sunnahnya khutbah adalah, hendaknya khotib menyampaikan dari atas mimbar, karena Nabi SAW menyapaikan khutbah selalu dari atas mimbar, dan karena hal tersebut lebih keras dalam menyampaikan khutbah kepada jamaah. ... Dan disunnahkan agar ia berpegangan pada busur atau tongkat, karena hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakam bin Hazan RA.” (Al-Imam al-Nawawi, al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, juz 4 hlm 526).

Pernyataan Imam Nawawi di atas memberikan kesimpulan bahwa orang yang menyampaikan khutbah Jum’at disunnahkan memegang tongkat atau busur. Pernyataan senada juga dikemukakan oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisi, seorang ulama fuqaha terkemuka dalam madzhab Hanbali, dalam kitabnya al-Mughni sebagai berikut:

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَعْتَمِدَ عَلىَ قَوْسٍ أَوْ سَيْفٍ أَوْ عَصًا لِمَا رَوَى الْحَكَمُ بْنُ حَزَنٍ الْكُلَفِيُّ

“Dan disunnahkan agar berpegangan pada busur, atau pedang dan atau tongkat, karena hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakam bin Hazan al-Kulafi.” (Ibnu Qudamah, al-Mughni, juz 2 hlm 154).

Kesunnahan memegang tongkat bagi khatib Jum’at pada saat menyampaikan khutbanya memiliki dalil-dalil yang banyak sekali. Antara lain hadits berikut ini:

عَنِ الْحَكَمِ بْنِ حَزَنٍ الْكُلَفِيِّ، قَالَ: قَدِمْتُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَابِعَ سَبْعَةٍ، أَوْ تَاسِعَ تِسْعَةٍ، فَدَخَلْنَا، فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَتَيْنَاكَ لِتَدْعُوَ لَنَا بِخَيْرٍ، قَالَ: فَدَعَا لَنَا بِخَيْرٍ، وَأَمَرَ بِنَا، فَأُنْزِلْنَا، وَأَمَرَ لَنَا بِشَيْءٍ مِنْ تَمْرٍ، وَالشَّأْنُ إِذْ ذَاكَ دُونٌ، قَالَ: فَلَبِثْنَا عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيَّامًا، شَهِدْنَا فِيهَا الْجُمُعَةَ، فَقَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَكِّئًا عَلَى قَوْسٍ، - أَوْ قَالَ عَلَى عَصًا -، فَحَمِدَ اللهَ وَأَثْنَى عَلَيْهِ كَلِمَاتٍ خَفِيفَاتٍ، طَيِّبَاتٍ، مُبَارَكَاتٍ، ثُمَّ قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ لَنْ تَفْعَلُوا، وَلَنْ تُطِيقُوا كُلَّ مَا أُمِرْتُمْ بِهِ، وَلَكِنْ سَدِّدُوا وَأَبْشِرُوا

Al-Hakam bin Hazan al-Kulafi berkata: “Aku berziarah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai ketujuh dari tujuh orang atau kesembilan dari sembilan orang. Lalu kami masuk ke rumah beliau. Kami berkata: “Wahai Rasulullah, kami berkunjung kepadamu, agar engkau mendoakan kami dengan kebaikan.” Al-Hakam berkata: “Lalu beliau mendoakan kami dengan kebaikan dan menyuruh memberi sesuatu kepada kami. Lalu kami dipersilahkan singgah. Beliau menyuruh memberikan kami kurma. Keadaan pada waktu itu lemah.” Al-Hakam berkata: “Kami tinggal di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama beberapa hari. Kami menghadiri shalat Jum’at pada saat itu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri seraya berpegangan pada busur atau tongkat. Lalu beliau memuji kepada Allah, dan memuji-Nya dengan beberapa kalimat yang ringat, baik dan berkah. Kemudian beliau bersabda: “Wahai manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mengerjakan dan tidak akan mampu mengerjakan semua yang diperintahkan kepada kalian. Akan tetapi lakukan perbuatan yang lurus dan sampai kabar gembira.” (HR Ahmad [17856], Abu Dawud [1096], al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra juz 3 hlm 206, dan al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir juz 3 hlm 239).

Mengenai status hadits tersebut, al-Hafizh Ibnu Hajar berkata:

وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ فِيهِ شِهَابُ بْنُ خِرَاشٍ وَقَدِ اخْتُلِفَ فِيْهِ وَاْلأَكْثَرُ وَثَّقُوهُ وَقَدْ صَحَّحَهُ ابْنُ السَّكَنِ وَابْنُ خُزَيْمَةَ.

“Sanad hadits tersebut hasan. Di dalamnya terdapat perawi Said bin Khirasy, dan para ulama telah memperselisihkannya. Tetapi mayoritas mereka menilainya dipercaya. Hadits tersebut telah dishahihkan oleh Ibnu al-Sakan dan Ibnu Khuzaimah.” (Al-Hafizh Ibnu Hajar, al-Talkhish al-Habir, juz 2 hlm 65).

Sanad hadits di atas telah dinilai hasan oleh al-Hafizh Ibnu Hajar. Hadits tersebut juga dinilai shahih oleh Ibnu al-Sakan dan Ibnu Khuzaimah. Sementara Imam al-Nawawi juga menilainya hasan dalam al-Majmu’ (juz 4 hlm 526).

Hadits tersebut memberikan kesimpulan kesunnahan memegang tongkat, busur atau pedang ketika menyampaikan khutbah Jum’at bagi seorang khatib. Hadits lain yang menjadi dalil kesunnahan memegang tongkat adalah sebagai berikut:

بَابُ اعْتِمَادِ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلىَ الْعَصَا: عَنْ رَجُلٍ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيْ جَابِرٍ الْبَيَاضِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَتَوَكَّأُ عَلىَ عَصًا وَهُوَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمْعَةِ إِذْ كَانَ يَخْطُبُ إِلَى الْجِذْعِ، فَلَمَّا صُنِعَ الْمِنْبَرُ قَامَ عَلَيْهِ وَتَوَكَّأَ عَلىَ الْعَصَا أَيْضًا". 

“Bab sandaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada tongkat. Dari seorang laki-laki yang masuk Islam, dari Abi Jabir al-Bayadhi, dari Ibnu al-Musayyab, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu berpegang pada tongkat ketika menyampaikan khutbah pada hari Jum’at pada saat berkhutbah di samping kayu kurma. Setelah dibuatkan mimbar, ia berdiri di atasnya dan berpegang pada tongkat pula.” (Abdurrazzaq, al-Mushannaf, [5251]).

Sanad hadits di atas lemah, tetapi dikuatkan oleh hadits sebelumnya dan hadits-hadits berikut ini:

عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ قَيْسٍ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُوْدٍ كَانَ يَقُوْمُ قَائِمًا كُلَّ عَشِيَّةِ خَمِيْسٍ فَمَا سَمِعْتُهُ فِيْ عَشِيَّةٍ مِنْهَا يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَ مَرَّةٍ وَاحِدَةٍ، قَالَ:" فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ وَهُوَ مُعْتَمِدٌ عَلىَ عَصًا فَنَظَرْتُ إِلىَ الْعَصَا تَزَعْزَعَ.

“Dari Alqamah bin Qais, bahwa Abdullah bin Mas’ud selalu berceramah pada setiap sore hari Kamis. Di antara yang aku dengar pada suatu sore, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda lebih satu kali.” Abdullah berkata: “Aku melihat kepada beliau, sambil berpegangan pada tongkat, aku lihat tongkat itu bergerak.” (HR Ibnu Sa’ad dalam al-Thabaqat al-Kubra juz 3 hlm 157 dan al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Ausath juz 2 hlm 278. Hadits tersebut bernilai shahih).

Hadits shahih di atas memberikan kesimpulan, bahwa sahabat Ibnu Mas’ud menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tongkat dalam khutbah-khutbahnya secara mutlak.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْطُبُ وَبِيَدِهِ مِخْصَرَةٌ. 

“Dari Abdullah bin Zubair, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu menyampaikan khutbah, sedangkan di tangan beliau memegang tongkat.” (HR al-Baghawi dalam Syarh al-Sunnah [1070], Tammam dalam al-Fawaid [650], dan Ibnu Sa’ad dalam al-Thabaqat al-Kubra juz 1 hlm 377).

Hadits di atas memberikan kesimpulan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memegang tongkat ketika berkhutbah, sebagaimana dipahami dari pernyataan al-Baghawi.
 
عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قُلْتُ لِعَطَاءٍ: أَكَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْمُ إِذَا خَطَبَ عَلىَ عَصًا ؟ قَالَ: نَعَمْ كَانَ يَعْتَمِدُ عَلَيْهَا اِعْتِمَادًا. 

“Dari Ibnu Juraij: “Aku berkata kepada ‘Atha’: “Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berkhutbah selalu berdiri pada tongkat?” Ia menjawab: “Ya. Beliau selalu berpegangan pada tongkat.” (HR Abdurrazzaq [5246] dan Imam al-Syafi’i dalam al-Umm juz 1 hlm 177).

Hadits-hadits di atas, dan hadits-hadits yang tidak disebutkan di sini memberikan kesimpulan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika menyampaikan khutbah selalu memegang tongkat atau busur. Tradisi ini berlangsung hingga Khulafaur Rasyidin, sebagaimana dalam riwayat-riwayat lain yang tidak kami sebutkan di sini. Hal ini menjadi dalil kesunnahan memegang tongkat, busur atau pedang ketika menyampaikan khutbah, sebagaimana telah diterangkan dalam kitab-kitab fiqih.

Wallahu a’lam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RAHMAT FAMILY STORE - PUSAT GROSIR KAOS DISTRO PALING MURAH DAN BERKUALITAS DI CILILIN KBB.

RAHMAT FAMILY STORE  - Grosir Kaos Distro paling murah dan berkualitas terbesar di Cililin KBB. Assalamualaikum wr. wb Kami  Ucapkan Selamat Datang di Rahmat Family Store Official  Grosir Kaos Distro Berkualitas, anda sangat beruntung hari ini, Mengapa Karena kami  Pusat grosir kaos distro Langsung Dari Pabrik ingin mengajak Anda buka peluang usaha dengan bentuk penawaran Pakaian clothing kaos distro original Branded terbaik di Bandung  hanya disini satu satunya Supplier Baju Kaos Distro berkualitas dan murah  tentunya, Tersedia puluhan model motif keren  kami tawarkan special Reseller  Harga Grosir Bagi Siapapun yang ingin Berjualan Kaos Distro Termasuk Anda. Bingung mau buka usaha tapi modal minim ? Tenang kami Rahmat Family Store bisa membantu anda untuk memberikan penawaran Special Paket Harga Khusus Usaha Reseller  sehingga biaya lebih hemat bagi anda yang ingin menjual kembali edisi bulan puasa sebentar lagi buru...

SIAPA ITU ESA FADILAH?

Assalamualaikum wr.wb Kali ini saya akan memberikan biodata lengkap saya kepada kalian semua, alasan pembuatan ini supaya kalian para pengunjung blogger saya bisa tau siapa saya? Dan bagaimana latar belakang pendidikan saya? Ya, semua itu akan saya jelaskan di sini. Selamat membaca  Mungkin kalian semua bertanya siapa sih "ESA FADILAH " ITU? Nah,untuk menjawab rasa ingin tahu kalian atau dengan kata lain yaitu (kepo) yang begitu dasyat, di bawah adalah biodata dari ESA FADILAH.  Nama : Esa Fadilah  Tempat, Tanggal Lahir : Bandung,19 Juli 2000  Jenis Kelamin : Laki - Laki  Agama : Islam  Tinggi Badan : 167 Cm  Berat Badan : 51 Kg  Alamat Lengkap : Jl.Saar Sukamulya Cililin no. 13  Des. Karang Tanjung  Kec.Cililin  Kab.Bandung Barat  provinsi.jawa barat  Handphone : 0882-1983-0817  Status Pernikahan : Belum menikah    ● DATA PENDIDIKAN A.FORMAL SD : SDN 02 KARANG TANJUNG (2007 ...

BIOGRAFI MAMA ILYAS CIBITUNG JAWA BARAT - SEJARAH KEHIDUPAN MAMA ILYAS CIBITUNG.

Assalamualaikum Wr. Wb   Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya  akan sedikit mengisahkan kepada kalian mengenai Waliyulloh dari Cibitung yang sering kita semua datang saat haolannya yaitu KH. MUHAMMAD ILYAS atau sering di sebut MAMA CIBITUNG, Selain itu juga KH. MUHAMMAD ILYAS (MAMA CIBITUNG) adalah salah satu diantara guru besar  KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS.  Dilansir dari  situs Kompasiana.com  di bawah ini merupakan biografi lengkap dari KH. MUHAMMAD ILYAS (MAMA CIBITUNG). “Tulisan ini masih bersifat sementara. Kepada semua fihak mohon koreksi dan memberikan data yang lebih lengkap” (HA.Saeful Mu’min Cihampelas) 1. Nama lengkap :  KH. MUHAMMAD ILYAS 2. Nama Panggilan :  MAMA CIBITUNG 3. Tempat, Tgl. Lahir : Lembur Gede Cibitung, Th. 1836 M 4. Wafat, Maqbaroh : Th 1953 (usia 117 th), Sukamanah Cibitung. 5. Nasab Ayah : Mama KH. Ali Lembur Gede Cibitung bin Embah Rahya Bogor Bin Hamdan Bogor berasal dari keturunan Dalem...

RAHMAT FAMILY STORE OFFICIAL - PRODUSEN KAOS POLOS DAN KAOS SABLON TERBESAR DI CILILIN.

Assalamualaikum Wr. Wb  Kali ini saya akan sedikit bercerita mengenai usaha keluarga saya yaitu RAHMAT FAMILY STORE . Selamat membaca :D APA ITU  RAHMAT FAMILY STORE  ??? Rahmat Family Store  adalah perusahaan atau usaha keluarga yang bergerak di bidang konveksi yang bertempat di kampung Saar Sukamulya RT 02/ RW 08, Desa Karang tanjung, Kecamatan Cililin, KBB. Usaha ini di kelola oleh 4 pemuda yang sudah berpengalaman dalam bidang bisnis yaitu A Rahmat (PEMODAL), A  Giant Ginanjar (MANAGER), A dede Wahyudin (MARKETING), Esa Fadilah (SEKERTARIS). Usaha ini di bawah naungan  A Giant Ginanjar sebagai Manajer sekaligus pemilik dari usaha sablon yang sudah terkenal yaitu Naig Screen Printing yang ada di kampung Saar Sukamulya cililin KBB. Perusahaan kami memfokuskan untuk memenuhi PO orderan dari klien A Giant dan konsumen Online marketplace atau e-marketplace. APA RENCANA AWAL  RAHMAT FAMILY STORE  ??? Menur...

KISAH INSPIRASI KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS, BERJUANG FISABILILLAH SENDIRIAN.

Assalamualaikum wr.wb Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan sedit bercerita mengenai Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas Bandung Barat. Selamat membaca  KISAH INSPIRASI KH. HILMAN FAUZI YAHYA CIHAMPELAS , BERJUANG FISABILILLAH SENDIRIAN. Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas – Bandung Barat, bertempat di Kampung Pasar Rt. 05 Rw. 02 Desa Mekarmukti Kecamatan Cihampelas . Saat ini santri yang mondok di pesantren kurang lebih enam puluh santri (data akan selalu berubah) Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas Pondok pesantren ini berdiri sejak tahun 1986  dan dipimpin oleh KH. Hilman Fauzi Yahya . KH. Hilman Fauzi Yahya Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Assalafiyah Al-islamiyah Cihampelas . KH. Hilman Fauzi Yahya pria kelahiran Gunung Halu – Bandung Barat ini awalnya adalah guru pesantren Kholafi Nurul Falah Cihampelas . Tetapi atas permintaan masya...

WIRDUL LATIF IMAM AL-HADAD - ESA FADILAH

Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan membagikan wirid dan dzikir karya Al Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad yang dikenal dengan nama "Wirdul Latif" lengkap dengan tulisan bahasa arabnya. Habib Abdullah Alhaddad sendiri adalah seorang ulama besar asal negeri hadraumut, Yaman. beliau adalah seorang yang sholeh dan bergelar wali qutub serta diakui keluasan dan kedalaman ilmunya diseluruh dunia, bahkan karya karyanya baik kitab kitab fiqih serta dzikir dan wirid selalu dibaca oleh umat islam hingga kini. Dan dari banyak wirid karangannya, salah satunya adalah yang akan kita bahas kali ini yaitu wirdul latif.   wirid Al-Lathif sendiri cukup populer dan biasa dibaca pada pagi hari setelah subuh dan sore hari setelah shalat ashar  banyak sekali manfaat dan keutamaan yang akan didapatkan bagi siapa saja yang membaca dan mengamalkannya. setiap kalimat dzikir yang ada di wirdul-latif diambil langsung dari Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW untuk kemudian dir...

SD NEGERI KARANGTANJUNG 02 - SEKOLAH POPULER DI KAMPUNG SAAR SUKAMULYA

Assalamualaikum Wr. Wb Kali ini  saya  akan memberikan informasi mengenai sekolahan paling populer di kampung Saar Sukamulya RT 02/ RW 08 Desa Karang tanjung Kecamatan Cililin KBB, Dan sekaligus mantan sekolah SD dari  saya . Selamat membaca :D   Esafadilah123.blogspot.com  - SD NEGERI KARANGTANJUNG 2  adalah salah satu satuan pendidikan dengan jenjang  SD  di Karangtanjung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat. Dalam menjalankan kegiatannya, SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. ALAMAT SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 SD NEGERI KARANGTANJUNG 2 beralamat di Kp. Saar Mutiara, Karangtanjung, Kec. Cililin, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat, dengan kode pos 40562. KONTAK YANG DAPAT DIHUBUNGI Apabila anda ingin bertanya atau menghubungi langsung SD NEGERI KARANGTANJUNG 2, dapat melalui beberapa media. Apabila ingin mengirimkan surat elektronik (email), dapat dikirimk...

SEJARAH HIDUP HABIB UMAR BIN ABDURRAHMAN AL-ATTAS (PENGARANG RÂTIBUL ATTAS)

Assalamualaikum warahmatullahi wa barokatuh Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya akan sedikit berbagi informasi mengenai Biografi Alhabib Umar bin Abdurrahman Al-Atthas ( Shohibul RATIB ). Selamat membaca :D Biografi Pengarang Râtibul Attas Beliau adalah Umar bin Abdurrahman bin Agil bin Salim bin Ubaidullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Syeikh al Ghauts Abdurrahman as-Seggaf bin Muhammad Maula Dawilah bin Ali bin Alawi al Ghoyur bin Sayyidina al Faqih al Muqaddam Muhammad bin Ali bin Imam Muhammad Shahib Mirbath bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidullah bin Imam al Muhajir Ahmad bin Isa bin Muhammad an Naqib bin Imam Ali al Uraidhi bin Jaafar as Shadiq bin Imam Muhammad al Baqir bin Imam Ali Zainal Abidin bin Imam Hussein as Sibith bin Imam Ali bin Abi Thalib dan bin Batul Fatimah az-Zahra binti Rasullullah S.A.W. Asal dinamakan Al Attas Kata al-Faqih Abdullah bin Umar Ba’ubad: “Beliau dinamakan al-Attas yang bermaksud bersin, karena ...