📌Jejak Thoriqoh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
✍🏻 Oleh : Ibnu Ghani al-Martapuri
📝Bagian 2 : Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dan Thoriqoh Sammaniyah
Di kalangan masyarakat Banjar, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari lebih dikenal sebagai seorang ulama yang mengamalkan dan mewariskan Thoriqoh Sammaniyah. Hal ini tidak terlepas dari kedudukan beliau sebagai murid langsung dari pendiri Thoriqoh tersebut, yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Karim bin Hasan bin Ahmad bin Muhammad bin Ahmad As-Samman bin Abdullah al-Madani.
Dalam perkembangan selanjutnya, Thoriqoh Sammaniyah kembali dipopulerkan melalui dakwah dan pembinaan dari Tuan Guru H. Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau lebih sering dikenal dengan Abah Guru Sekumpul, seorang ulama yang masih memiliki garis keturunan dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.
Beliau dikenal sebagai salah seorang mursyid yang mengembangkan ajaran Thoriqoh Sammaniyah, di mana beliau membaiat dan mengijazahkan Thoriqoh tersebut kepada para murid murid beliau lebih khususnya.
Adapun sanad Thoriqoh Sammaniyah Abah Guru Sekumpul, sepengetahuan saya ada dua jalur, jalur yang pertama yang sanadnya terhubung dengan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, yaitu :
الشيخ الحاج محمد زيني بن عبد الغني البنجري،
عن شيخه العالم الحاج شرواني عبدان البنجري،
عن الشيخ علي بن عبد الله البنجري،
عن الشيخ زين الدين السمباوي،
عن الشيخ محمد نووي بن عمر البنتني،
عن الشيخ شهاب الدين البنجري،
عن والده الشيخ محمد ارشد البنجري،
عن شيخه العارف بالله السيد محمد بن عبد الكريم القادري الحسنى السمان المدني، ت : ١١٨٩ هـ
Jalur yang kedua
الشيخ محمد زينى بن عبد الغني البنجري،
عن السيد محمد أمين الكتبي،
عن السيد حسين عيديد
عن السيد عيدروس بن عمر الحبشي،
عن الوجيه السيد عبد الرحمن الأهدل،
عن شيخه العالم العلامة الجامع بين علم الظاهر والباطن الشيخ عبد الصمد بن عبد الرحمن الفلمباني،
عن الشيخ محمد بن عبد الكريم السمان المدني.
Dan untuk daerah Banjar sekarang yang mungkin mengijazahkan Thoriqoh Sammaniyah adalah Tuan Guru H. Munawwar Ghozali (Guru Kubah).
Adapun Thoriqoh Sammaniyah hingga masa kini masih tetap berkembang dan memiliki basis pengamal yang cukup kuat, terutama di wilayah Banjar dan Palembang. Keberlangsungan serta penyebaran thoriqoh ini tidak dapat dilepaskan dari peranan para murid langsung pendirinya, yaitu Syekh Muhammad bin Abdul Karim as-Samman al-Madani yang berada dari daerah tersebut Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, untuk daerah Banjar dan Syekh Abdussamad al-Palimbani, untuk daerah Palembang.
Selain itu juga Thoriqoh Sammaniyah berkembang di daerah Betawi (Ini juga karena adanya murid beliau Syekh Abdurrahman Misri, teman seperjuangan Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari waktu studi di Haramain) dan juga ada beberapa di daerah Jawa, ada beberapa ulama ulama pengamal Thoriqoh Sammaniyah dari jawa yang mereka mendapatkan ijazah yg bersambung kependiri Thoriqoh Sammaniyah, di antaranya :
1). Kyai Murthado bin Kyai Hasan Wira'i Kajen yang mengijazahkan kepada Kyai Madyani bin Jana, Tuban Tahun 1832 M.
2). Kyai Asnawi bin Kyai Hasan Wira'i (Saudara dari Kyai Murthado)
3). Syekh Abdul Ghofur al-Manduri (Murid langsung Syekh Semman dari Madura).
Untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai sejarah dan persebaran Thoriqoh Sammaniyah di Pulau Jawa, salah satu rujukan yang dapat digunakan adalah buku yang berjudul “ Tarekat Sammaniyah di Tanah Jawa ” yang ditulis oleh Ustadz Amirul Ulum . Karya tersebut menguraikan jaringan transmisi, sanad, serta perkembangan Thoriqoh Sammaniyah di berbagai wilayah Jawa secara lebih mendalam.
Adapun jika ingin mengetahui lebih mendalam tentang Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman al-Madani, Thoriqoh dan hal hal yang berkaitan dengan beliau, bisa baca kitab
الطريقة السمانية المنهج التاريخ والمستقبل
Disusun oleh :
الشيخ الدكتور الجليل عبد الله صالح أبو الحسن
kitab tersebut ada 442 halaman.
Komentar